Langsung ke konten utama

Syukur, Sabar dan Ikhlas

sejak dulu, sudah diajarkan untuk bisa hidup di dunia hanya dengan Tiga Kata : Syukur, Sabar dan Ikhlas.
Syukur dan Sabar telah bisa aku lewati, tapi iklhas...
aq belum bisa untuk bisa Ikhlas secara Istiqomah (stabil dan terus menerus).
Beberapa hari ini, mendapat pelajaran, Jika hidup di dunia ini harus biasa saja, dalam artian tidak terlalu terobsesi dengan keinginan yang diluar batas kemampuan sehingga membuat kita hampa, kosong dan semakin jauh dengan Allah SWT sang Pencipta Alam.
Kita adalah makhluk Allah yang sangat kecil. karena di bumi ini berjuta-juta jumlahnya. kita hanya satu diantara jutaan manusia, itu baru manusia belum makhluk ciptaan Allah yang lainnya.
Bila kita bisa Sabar, selalu bersyukur dan ikhlas Insya Allah akan membuat hidup kita menjadi sehat, damai dan tanpa beban.

Aku harus belajar untuk bisa lebih Ikhlas lagi, dan semoga bisa Istiqomah.

I'm a Girl in a Big, Big WORLD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

English 1 : Greeting and Responding

Salam Pertemuan (Expressions for Greeting and Responding) Note : - 'How do you do ?' --> untuk pertama kali kita bertemu seseorang dan belum saling mengenal. - 'What's your name ?' --> untuk menanyakan nama seseorang * utk lihat tabel silakan di klik gbr nya. ^_^

Curriculum Vitae

Nama :  Novia Rifada, S.Kom Pendidikan : S1 – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta E-mail : noviarifada@gmail.com Riwayat Pendidikan 1. TK Pertiwi Pamulang 2. SD Negeri Pamulang 3 3. SLTP Negeri 2 Ciputat 4. SMU Negeri 1 Serpong 5. S1 – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Pengalaman Kerja : KPA Syariah Support - PT Avrist Assurance 2016 Agency Recruitment - PT Avrist Assurance 2012 MNU Agency Support Coord - PT Avrist Assurance 2010 Magang di Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Tahun 2008. Pembuatan Sistem Penunjang Keputusan Penyusunan Rekomendasi Kebijakan IUAI berbasis web. Penelitian dalam Penyelesaian Tugas Akhir (TA) di BPPI – Departemen Perindustrian, tahun 2007. Praktek Kerja Lapangan di Departemen Perindustrian tahun 2006. Komunikasi & Monitoring Logistik Pemilu 2004. Pengalaman Organisasi Pengurus Induk Koperasi An Nisa Muslimat NU, Masa Bakti 2017 - 2022. Pengurus Pimpinan Pusat Muslimat NU, B...

Kebutuhan Proteksi dalam Rencana Keuangan

oleh: Prita H. Ghozie, SE, MCom, CFP Dimuat di KONTAN, Minggu IV, Juli 2009. Hal. 19. Bom di kawasan Mega Kuningan yang menghantam Jakarta pada minggu lalu meninggalkan luka yang dalam bagi masyarakat di Indonesia, terutama warga Jakarta dan keluarga korban. Musibah yang menimpa seseorang akan berdampak terhadap kehidupan seseorang terlebih urusan keuangannya. Satu hal yang langsung terbersit dalam pikiran bahwa umur manusia tidak ada yang tahu secara pasti. Namun, yang pasti dapat kita lakukan adalah berupaya memproteksi kondisi keuangan agar dampak dari musibah menjadi minimal. Tulisan saya kali ini ingin mengajak Anda mengevaluasi kebutuhan proteksi dalam rencana keuangan. Dana Darurat Dalam situasi musibah, dana darurat langsung menampakkan kehebatannya. Tambahan biaya rumah sakit dan pengobatan yang tidak terganti oleh asuransi kesehatan dari kantor bisa diambil dari pos ini. Pinjaman tunai dengan bunga selangit juga bisa Anda tangani dengan adanya bantuan dari dana darurat. Pr...